BUAYA JANTAN SETIA APA ENGGAK, SIH?

Pernahkah Anda mendengar kata “Pria Buaya”? Pasti istilah itu tidak asing, bukan? Lantas apa makna dari “Pria Buaya”? Benarkah pria yang dimaksud itu memiliki fisik seperti buaya sehingga dikatakan sebagai “Pria Buaya?” Ataukah pria itu memiliki tabiat seperti buaya?

Di lingkungan kita sering kali kalangan wanita menyebut beberapa pria sebagai “pria buaya”, terutama saat mengalami patah hati atau putus hubungan. Mengapa seolah buaya selalu dijadikan sebagai kambing hitam saat hubungan mereka berakhir menyedihkan? Benarkah buaya menggambarkan seorang pejantan yang playboy dan selalu mengkhianati pasangan?

Sebagai informasi awal, dalam bahasa Inggris buaya dikenal dengan nama crocodile. Nama ini berasal dari penyebutan orang Yunani terhadap buaya yang mereka saksikan di Sungai Nilkrokodilos. Kata ini merupakan bentukan yang berakar dari kata kroko, yang berarti ‘batu kerikil’, dan deilos yang berarti ‘cacing’ atau ‘orang’. Buaya adalah reptil bertubuh besar yang hidup di air. Secara ilmiah, buaya meliputi seluruh spesies anggota suku Crocodylidae, termasuk pula buaya sepit (Tomistoma schlegelii).

Buaya umumnya menghuni habitat perairan tawar seperti sungaidanaurawa dan lahan basah lainnya, namun ada pula yang hidup di air payau seperti buaya muara. Makanan utama buaya adalah hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikanreptil dan mamalia, kadang-kadang juga memangsa moluska dan krustasea bergantung pada spesiesnya. Buaya merupakan hewan purba, yang hanya sedikit berubah karena evolusi semenjak zaman dinosaurus.

Tingkatan taksonomi buaya adalah:

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Crocodilia
Superfamili: Crocodyloidea
Famili Genus Spesies: Crocodylidae  : Crocodylus : Crocodylus sp.

Hal unik yang terjadi pada buaya adalah saat mereka telah memasuki musim kawin. Buaya jantan terbiasa melakukan pertarungan dengan buaya jantan lain untuk memperebutkan wilayah. Setelah wilayah tersebut berhasil dikuasai, buaya jantan mulai mendekati buaya betina incarannya. Langkah pertama usaha pendekatannya adalah dengan mengelus-elus kepala buaya betina dengan kepalanya secara perlahan. Ketika buaya betina tersebut terasa nyaman, dan saling mengenal, buaya betina akan menjauh dan mengangkat tubuhnya sebagai isyarat untuk si jantan naik ke tubuhnya dan bersenggama. Setelah kawin, buaya betina akan menyimpan telurnya di tempat yang aman.

Salah satu perilaku buaya yang membuktikan kebenaran dari anggapan masyarakat selama ini adalah buaya jantan bukanlah pejantan yang mengkhianati pasangan atau meninggalkan buaya betina tanpa pertanggungjawaban. Buaya jantan hanya kawin sekali dalam hidupnya sebagai bentuk kesetiaan pada pasangannya. Bila sang betinanya mati, buaya  jantan tidak akan mencari buaya betina lain. Mereka lebih memilih menghabiskan sisa hidupnya sendirian. Reptil satu ini juga dikenal sebagai hewan yang cukup protektif, dan sangat melindungi pasangannya. Ketika si buaya betina sedang bertelur, buaya jantan akan dengan siap siaga menjaga mereka dari predator. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan, buaya jantan sama sekali bukanlah pejantan yang semena-mena, berkhianat, atau meninggalkan pasangannya tanpa sebab. Sebaliknya, buaya jantan adalah salah satu hewan yang terbukti sebagai hewan paling setia dan bertanggung jawab dengan pasangannya. Sehingga anggapan masyarakat yang mengatakan pria tidak bertanggung jawab dan sering meninggalkan pasangan sama seperti buaya, hal itu sama sekali tidak benar.

Lalu mengapa kalau buaya jantan setia, tetapi pria tidak setia? Tanyakan saja ini pada dirimu, atau pasanganmu. Salam buaya!

SUMBER REFERENSI

https://id.wikipedia.org

https://www.mongabay.co.id/2021/04/15/kebiasaan-unik-buaya-muara mempelajari-pola-dan-gerakan-mangsanya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *